Rokok….Hal Yang Merugikan



Jika rokok memiliki segudang efek buruk, semua orang pasti sudah tahu. Dan ada satu lagi efek buruk rokok yang terungkap di sini. Merokok ternyata berakibat sangat mengerikan pada otak! Bayangkan, otak manusia lama kelamaan bisa menyusut dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya karena rajin menghisap benda berasap itu. Tak ayal di waktu tua bahkan pada saat masih muda sekalipun, kita rawan alzheimer (alzheimer adalah penyakit pikun).

Minneapolis, Berhenti merokok sudah pasti membuat tubuh lebih sehat. Tapi banyak mantan menggantikan kegiatan merokoknya dengan makan. Pakar mengingatkan perlunya menata makan bagi mantan perokok agar tidak terkena diabetes.

Peneliti menemukan perokok akan mengalami pertambahan berat badan setelah berhenti merokok. Karena sudah tidak merokok lagi, akhirnya seseorang melampiaskannya pada makanan. Dan pertambahan berat itu berhubungan dengan diabetes.

“Namun bukan berarti seseorang harus terus merokok untuk mencegah diabetes. Ada cara yang bisa dilakukan untuk berhenti merokok tanpa harus terkena diabetes,” ujar Hsin-Chieh Yeh dari Johns Hopkins University School of Medicine, Baltimore seperti dilansir Healthday, Selasa (5/1/2010).

Yeh dan rekannya melakukan studi terhadap 11.000 orang yang tidak memiliki penyakit diabetes pada awalnya. Sebanyak 380 partisipan berhenti merokok dan setelah 9 tahun studi berlangsung, 70 persen partisipan yang berhenti merokok terdeteksi menderita diabetes tipe 2 (diabetes karena perubahan gaya hidup) ketimbang partisipan yang tidak berhenti merokok.

Yeh menyarankan agar seorang perokok yang memutuskan berhenti merokok untuk lebih sering memeriksakan gula darahnya ke dokter mendeteksi kemungkinan penyakit diabetes lebih awal.

“Tapi tentu saja lebih baik tidak merokok dari awal. Tapi untuk orang yang baru mulai merokok, berhentilah sekarang juga,” kata Dr Richard Bergenstal, dari the International Diabetes Center, Minneapolis.

Pesan yang ingin disampaikan dari studi yang dimuat di Annals of Internal Medicine ini adalah berhenti merokok itu baik karena membuat paru-paru dan orang sekitar lebih sehat. Tapi ketika seseorang berhenti merokok, ia butuh ekstra kerja keras untuk melawan risiko bertambahnya berat badan seperti olahraga rutin dan perbanyak melakukan aktivitas fisik.

“Jika terpaksa harus pakai obat juga tidak apa-apa. Berhenti merokok seharusnya bisa meningkatkan kesehatan, tapi jika malah meningkatkan risiko penyakit lagi, akan banyak orang yang lebih memilih terus merokok daripada berhenti,” kata Bergenstal.

Los Angeles, Orang dewasa yang merokok bisa mengalami gangguan paru-paru namun bisa disembuhkan jika berhenti merokok. Tapi tidak demikian jika itu terjadi pada anak-anak. Paru-paru anak yang rusak kena asap rokok lebih susah disembuhkan.

Anak-anak rentan sebagai perokok pasif karena terpapar asap dari perokok. Peneliti mengungkapkan anak yang sering terpapar asap rokok berisiko terkena penyakit emfisema.

Emfisema adalah kerusakan dari dinding alveolar paru-paru, yaitu tempat oksigen ditukar dengan senyawa karbon dioksida. Penyakit ini juga mengurangi elastisitas dari paru-paru itu sendiri. Peneliti mengungkapkan emfisema bisa menjadi salah satu ukuran yang paling sensitif untuk kerusakan yang terjadi di paru-paru.

Peneliti mengungkapkan orang yang sudah berhenti merokok ada kemungkinan mengalami kesembuhan pada beberapa fungsi paru-parunya, tapi tampaknya anak-anak tidak seberuntung itu.

Dilaporkan bahwa anak-anak yang secara rutin terpapar asap tembakau di rumah, kemungkinan lebih tinggi terkena masalah paru-paru saat dewasa nanti. Hal lain yang mengejutkan adalah paru-paru tersebut susah sekali untuk disembuhkan secara total jika anak-anak telah terpapar sejak kecil.

Ilmuwan dari Columbia University’s Mailman School of Public Health mempelajari CT-Scan dari 1.781 orang dewasa yang tidak merokok. Partisipan juga ditanya mengenai seberapa sering terpapar asap rokok saat masih anak-anak.

Hasilnya menunjukkan partisipan yang sudah terpapar sejak kecil memiliki gangguan emfisema seperti adanya perubahan dalam bentuk paru-parunya.

“Asap tembakau memang bisa menimbulkan efek jangka pendek, tapi penelitian ini menunjukkan salah satu dari efek jangka panjang asap rokok yang terpapar saat masih kecil,” ujar Gina Lovasi, seperti dikutip dari La Times, Rabu (30/12/2009).

Gejala utama dari emfisema adalah adanya penyempitan saluran napas karena kantung udara di paru-paru menggelembung secara berlebihan dan menyebabkan kerusakan.

Gejala yang ditimbulkan awalnya mirip dengan bronkhitis, sesak napas, bentuk dada seperti menggelembung bahkan penderita kadang harus membungkuk serta batuk yang terus menerus.

Badan perlindungan lingkungan AS (EPA) menuturkan dalam asap rokok terdapat 4.000 senyawa kimia, 200 diantaranya bersifat toksik (beracun), 43 senyawa karsinogenik (memicu kanker) serta puluhan ribu lainnya penyebab jantung koroner.

Saat ini asap rokok masuk dalam kategori zat karsinogenik golongan A, karena banyaknya penelitian yang menunjukkan bahaya dari asap rokok ini.

London, Peneliti menemukan setiap 15 batang rokok yang dikonsumsi maka terjadi satu mutasi DNA dalam tubuh perokok tersebut. Bayangkan jika yang dikonsumsi lebih dari itu. Ini didapatkan setelah peneliti memetakan genetik dari pasien kanker paru-paru.

Peneliti dari Inggris yang melakukan studi ini mengidentifikasi 23.000 mutasi yang bertanggung jawab terhadap segala kerusakan akibat bahan-bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok.

Seperti diketahui semua kanker disebabkan oleh kesalahan dalam kode genetik (mutasi pada DNA) yang biasanya dipicu oleh lingkungan. Peneliti berharap penemuan ini bisa mengembangkan pengobatan baru.

Cacat genetik berasal dari perubahan satu hingga ratusan kode, perubahan ini bisa berupa penghapusan atau pengaturan ulang dari kode-kode tersebut. Tidak ada satu mutasi saja yang bisa menyebabkan suatu penyakit. Sebaliknya sebagian besar penyakit kanker terjadi akibat berbagai kombinasi yang terjadi.

“Pengetahuan ini diharapkan bisa berpengaruh dalam pengobatan di masa depan. Dengan bisa mengidentifikasi gen kanker, maka pengembangan pengobatan nantinya bisa dengan cara menargetkan gen-gen spesifik yang bermutasi,” ujar ketua penelitian Dr Peter Campbell dari Wellcome Trust Sanger Institute di Cambridgeshire, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (18/12/2009).

Penyakit kanker terjadi ketika suatu sel berperilaku tidak terkontrol sehingga tidak dapat tumbuh sebagaimana mestinya. Mutasi gen pemicu salah satunya disebabkan oleh asap rokok yang diwariskan kepada setiap generasi berikutnya misalnya sel anak, sehingga menyebabkan keturunan permanen ini bisa diturunkan.

Setiap 15 batang rokok yang dikonsumsi bisa menyebabkan terjadinya satu mutasi DNA dalam tubuh dan mutasi ini bisa terakumulasi. Peneliti mendapatkan seorang yang memiliki risiko kanker paru-paru bisa dikurangi risikonya menjadi seperti orang normal setelah berhenti merokok selama 15 tahun.

Para ilmuwan menduga bahwa sel paru-paru yang mengandung mutasi berbahaya ini akan diganti oleh sel-sel baru yang bebas dari cacat. Peneliti melakukan 60 kali sekuensing DNA (urutan penentuan basa nukleotida dalam satu fragmen DNA) untuk kanker paru-paru agar bisa memberikan hasil yang akurat.

Untuk penyakit kanker paru-paru paling banyak disebabkan oleh paparan asap rokok, karenanya penyakit ini tidak hanya menyerang perokok saja tapi juga orang-orang disekitarnya yang menjadi perokok pasif. Dengan ditemukannya urutan genom tersebut, maka bisa didapatkan cetakan dari gen bermutasi yang bisa menyebabkan tumor atau kanker.

Jika setiap 15 batang rokok yang dikonsumsi bisa menyebabkan satu mutasi DNA dalam tubuh, maka dalam beberapa tahun ke depan mutasi DNA ini akan terakumulasi dalam tubuh yang bisa menyebabkan kanker. Karena itu tidak ada salahnya untuk mulai berhenti merokok dari sekarang.

2 thoughts on “Rokok….Hal Yang Merugikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s